Tolongshareya
– Sahabat tolongshareya kematian hanya Allah yang tahu, tidak ada satu orang
pun yang tahu kapan dan dimana kelak ia meninggal dunia. Namun semua orang
ingin kelak meninggal dunia dalam keadaan khusnul khotimah. Seperti ketika ada
kerabat atau tetangga yang meninggal dunia saat bulan ramadhan.Apakah bisa
dikatakan termasuk meninggal dalam keadaan khusnul khotimah?
Banyak
yang mengatakan bahwa meninggal dunia di bulan Ramadhan adalah pertanda baik.
Namun demikian tetap saja kita perlu menelisik terlebih dahulu apakah ada
hadits yang menyatakan hal tersebut? Sehingga tidak hanya menyandarkan pada
prasangka semata.
Secara
detail, sebenarnya tidak ada hadits yang menyatakan meninggal dunia saat bulan
Ramadhan pertanda baik atau khusnul khotimah, namun demikian ada hadits shahih
mengenai keutamaan bagi orang yang meninggal dalam keadaan berpuasa.
Adapun
keutamaan bagi orang yang meninggal dalam keadaan berpuasa terdapat di dalam
riwayat Ahmad bahwa Nabi saw bersabda, ”Barangsiapa yang mengatakan Laa Ilaha
Illalah dengan hanya mengharapkan ridho Allah lalu meninggal dalam keadaan
seperti itu maka dia masuk surga.
Barangsiapa
yang berpuasa suatu hari dengan hanya mengharapkan ridho Allah lalu meninggal
dalam keadaan seperti itu maka dia masuk surga. Barangsiapa yang bersedekah
dengan suatu sedekah dengan hanya mengharapkan ridho Allah lalu meninggal dalam
keadaan seperti itu maka dia masuk surga.” Syeikh Al Bani mengatakan bahwa
sanadnya shahih.
Lalu,
ada hadits lainnya mengenai keutamaan bulan Ramadhan itu sendiri, yang
menyatakan ditutupnya pintu neraka dan dibelenggunya setan:
Apabila
bulan Ramadhan datang, maka dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah
pintu-pintu neraka serta dibelenggulah setan-setan. (H.R. Bukhari)
Barangsiapa
berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala kepada Allah, maka diampuni
dosanya yang telah lampau.(H.R. Bukhari)
Namun
demikian, hadits ini tidak menandakan bahwa adanya penghentian adzab kubur
selama Ramadhan.
Berdasarkan
dalil dari al-Quran dan sunah yang shahih, tidak dijumpai adanya dalil yang
menunjukkan bahwa adzab kubur dihentikan selama ramadhan. (Fatawa Syabakah
Islamiyah, no. 152793)
Kemudian
al-Hafidz Ibnu Rajab menjelaskan bahwa bisa jadi adzab kubur dihentikan di
bulan-bulan mulia. Hanya saja, beliau menegaskan bahwa hadis yang menyebutkan
hal ini statusnya lemah. Dalam bukunya ahwal al-Qubur, beliau mengatakan,
وقد يرفع
عذاب القبر
في بعض
الأشهر الشريفة
فقد روي
بإسناد ضعيف
عن أنس
بن مالك
أن عذاب
القبر يرفع
عن الموتى
في شهر
رمضان
Adzab
kubur bisa saja dihentikan pada bulan-bulan mulia. Diriwayatkan dengan sanad
lemah dari Anas bin Malik bahwa adzab kubur untuk orang mati dihentikan pada
bulan ramadhan. (Ahwal al-Qubur, hlm. 105)
Wallaahu
alam. Semoga bermanfaat.
Sumber:Viral-pediaa
